Sabtu, 26 Oktober 2019

The Dropout Swordsman-Spamming the 100 Million Years Button - Chapter 02 Part 02 Bahasa Indonesia

The Dropout Swordsman-Spamming the 100 Million Years Button Novel Indonesia
Chapter 2 Part 2 — Tombol dan Penjara Waktu 100 Juta Tahun [2] 

Aku segera mengarahkan ujung pedang ke dadaku, dan menutup mata.

Sekarang aku harus menusuk diriku sendiri.

Rasa sakit hanya akan berlangsung sebentar.

Ya, hanya itu saja.

Itu saja ... tapi ...

「Kenapa tanganku tidak bergerak ...」

Tanganku terasa seperti membatu.

Aku hanya merasa takut.

Ketakutan akan kematian jauh melampaui penderitaanku saat ini.

Itu yang aku pikirkan.

10.000 tahun kemudian.

Aku sudah berhenti berpikir lagi.

Angkat pedang ke atas, dan ayunkan ke bawah.

Aku menjadi sebuah eksistensi yang hanya mengulangi konsep itu.

Kenapa aku mengayunkan pedang?

Kenapa aku hidup?

Dan juga, apa itu 『aku』?

Aku sudah lupa segalanya.

Bahkan ketika aku jatuh ke dalam keadaan ini – aku tidak pernah melepaskan pedang.

Aku tidak boleh membiarkannya lepas, itulah yang aku pikirkan.

Mungkin semacam obsesi.

Bahkan setelah 100 ribu tahun ... 1 juta tahun ... 10 juta tahun ... Aku terus mengayunkan pedang.
 
Dan akhirnya, pada 99999999 Tahun 12 Bulan 31 Hari 23 Jam 59 Menit 59 Detik… satu detik kemudian, dunia ini perlahan mulai runtuh.

「W ... Woah ...」

Keberadaan yang dikenal sebagai aku, akhirnya ditarik kembali ke kenyataan.

(Jangan pernah ... tekan tombol ... itu lagi ……)

Aku menggoreskannya ke dalam jiwaku.

Itu adalah Tombol Iblis.

Sesuatu yang tidak harus ada di dunia ini – sebuah tombol terkutuk.

(Ketika aku kembali ke dunia nyata, menghancurkan tombol itu akan menjadi tugas pertamaku ...)

Jangan pernah maafkan pertapa waktu.

Jangan pernah maafkan kakek itu yang mengirimku ke neraka ini.

Aku akan menghajarnya hingga jadi bubur.

Dan ketika dia tidak bisa lagi bergerak, aku akan membuat tangannya menekan tombol 100 juta tahun.

Aku akan membuatnya melewati neraka yang sama sepertiku.

Akan kubuat dia mengalami 100 juta tahun di dunia kosong neraka ini.

Aku tutup mataku dengan perlahan sehingga cahaya hitam yang membakar dadaku tidak akan sirna.

■

Hanya beberapa detik kemudian ― aku sekali lagi, kembali ke dunia putih itu.

Luar biasa, jam melayang di udara menunjukkan, 00000000 Tahun 1 Bulan 1 Hari 00 Menit 01 Detik.

「…………Ha!?」

Aku meragukan mataku.

Mustahil, mustahil mustahil mustahil…!

「Apa aku ... menekannya lagi ... !?」

Tidak ada keraguan, setelah kembali ke kenyataan ... Aku pasti telah menekannya.

Tombol 100 juta tahun terkutuk.

Aku harus melalui ... waktu yang sangat lama ... sekali lagi ...?

「U, U, UWAAAAAAAAAAAAAAAAA!」

Aku berteriak.

Aku menjerit dan terus menjerit sambil berlarian.

Namun, aku tidak sampai menjadi gila.

Di dunia ini, ketika emosi membengkak melampaui tingkat tertentu, itu akan ditahan secara paksa.

Kebahagiaan, Kesedihan, Kegembiraan, Penyesalan – tidak ada yang melewati batas tertentu.

Penjara waktu ini, tidak akan pernah membiarkan emosi yang membuatmu 『Melupakan waktu』.

Terlepas dari neraka yang menyiksaku, jam itu menggantung di udara terus menerus dan secara tepat menandai berlalunya waktu, detik demi detik.

Setelah itu, tak terhitung jumlahnya, aku terus bolak-balik antara dunia nyata dan penjara waktu.
 
Aku yang goblok, tolol, dan konyol di dunia nyata, menekan tombol 100 juta tahun berulang-ulang.

Aku juga tidak bisa menyalahkan diriku.

Lagi pula, aku yang di sana, tak punya ingatan akan 100 juta tahun neraka ini.

Harus aku temukan cara lain.

Kalau aku biarkan, aku akan selamanya terjebak di dunia ini.

Aku harus melakukan sesuatu.

(Tapi ... apa yang harus dilakukan?)

Tidak ada cara untuk menyampaikan akan penderitaan neraka ini pada di dunia nyata.

Yang paling terkutuk dari dunia ini adalah ... saat aku keluar dari dunia ini, ingatanku terhapus bersih.

Karena itu, aku selalu terjebak dalam lingkaran ini.

Abadi ... di neraka dunia ini.

Ketika aku mengalami dunia ini untuk kedelapan kalinya, sebuah pikiran tiba-tiba terlintas.

「Benar ... benar ... Itu dia ...... Ada cara mudah untuk keluar dari dunia ini ...」

Ha ha.

Pasti ada yang salah denganku.

Kenapa baru sekarang aku menyadarinya?

Betapa menggelikan ... Jawabannya sudah ada di sini.

「Kalau aku bisa memotong dunia ini, bukankah aku bisa keluar ...?!」

Tepat sekali.

Pedang pada dasarnya adalah benda untuk memotong.

Rumput, Pohon, Batuan – dan apa pun yang menjadi targetnya.

(Kalau begitu, tidak akan aneh untuk memotong 『Dunia Ini』)

Tidak, aku telah putuskan untuk memotongnya.

Kalau tidak, itu tidak akan berhasil.

Satu-satunya alasanku tidak bisa memotong dunia dengan benar adalah karena aku tidak punya kekuatan itu.

Tentunya, jika aku tekun berlatih, aku bisa menjadi pendekar pedang hebat yang bisa memotong dunia ini.

(Untungnya, aku punya waktu tak terbatas ...)

Setelah itu, aku mengayunkan pedang secara gila-gilaan.

Sebuah teknik pedang yang memotong dunia – mencari satu tebasan yang akan memberikan perlindungan.

…… Di suatu tempat di dalam diriku, bahkan aku tahu ini konyol.

Tetapi, jika aku tidak punya semacam tujuan ... jika aku tidak punya pegangan yang menguatkan tekad ... mungkin akan membuatku hancur.

Tidak ... hanya berpegang pada tujuan konyol ini mungkin berarti aku sudah rusak.

Namun, aku tidak peduli.

Oleh karena itu, aku,

(POTONG POTONG POTONG POTONG POTONG POTONG..!)

Aku terus mengayunkan pedang dengan doa yang terus-menerus terpatri dalam sanubari.

Seperti yang tersirat diri – Andaikata memotong dunia adalah sesuatu yang wajar, maka akan sangat aneh jika aku tidak bisa memotongnya.

Aku terus berdoa sedemikian rupa  aku memercayainya dari lubuk hati.

Ratusan juta tahun kemudian, sebuah fenomena yang tidak biasa terjadi.

「Apa !?」

Saat aku mengayunkan pedang, ruang di mana arah ayunan pedang itu lewat sedikit 『bergoyah』.

Tidak salah lagi. Itu pasti goyah.

Ruang dimensi dunia – aku bisa memotongnya sedikit.

「Ha, Hahaha ... Aku tahu, aku bisa memotongnya ... Aku bisa memotong dunia!」

Aku tertawa terbahak-bahak.

Aku berguling-guling tertawa seolah-olah aku sudah gila.

Setelah itu, 100 ribu tahun ... 1 juta tahun ... Aku terus mengayunkan pedang dengan pikiran tunggal.

Jejak 『Goyah』 yang ditinggalkan oleh pedang secara bertahap dan sedikit meningkat ― tetapi tentu saja telah tumbuh lebih besar.

Sampai-sampai mampu merasakan perubahan.


Bahwa ada pertumbuhan.

Aku bisa melihat akhirnya.

Aku bahagia lebih dari segalanya ... dan aku terus mengayunkan pedang.

Dan sekarang, saat ini, waktu berlalu menunjukkan 99999999 Tahun 12 Bulan 31 Hari 23 Jam 59 Menit 30 Detik.

Dalam 30 detik lagi, lingkaran neraka berikutnya akan dimulai.

「... fuuuh」

Aku pasti bisa..

Aku tidak tahu kenapa, tapi ada keyakinan kuat.

「Ini perpisahan, dunia putih」

Berpikir begitu membuatku merasa aneh.

Perasaan nostalgia ... suka dan kerinduan ... rasanya samar-samar.

「Bagaimanapun juga, aku tidak mau datang ke sini lagi」

Dengan tawa lembut, aku memegang pedang setinggi mataku.

「Sampai jumpa, penjara waktu」

Aku mengucapkan selamat tinggal pada tempat ini yang telah aku habiskan selama satu miliar tahun.

Lalu aku mengambil posisi memegang pedang di atas kepalaku, dan kemudian mengayunkannya dengan tegas.

「― HAA!」

Pada saat itu, tebasan besar memasuki ruang –penjara waktu runtuh dengan suara keras.


Dukung saya supaya lebih semangat tl-nya dengan meng-klik ikon trakteer.id di bawah ini
Previous Post
Update lainnya